Edisi Liputan Budidaya Semut Jepang oleh Pak Joko Purwanto



Sebelumnya Penulis meminta maaf karena mengambil beberapa referensi mengenai Semut Jepang yang ternyata sumbernya berasal dari beliau yaitu di alamat www.nukarduit.com, Dari semua artikel dan pengalaman penjual yang paling menginspirasi Penulis adalah cara Pemasaran beliau yang sudah mencapai Luar Negeri tepatnya negeri Malaysia. Lebih lengkapnya tersaji lengkap di Edisi Tabloid Peluang Usaha - Agribisnis Terbitan Edisi 22 - TH XI - Tanggal 22 Agustus - 04 September 2014 pada Hal. 17-18. 

Mohon maaf sementara Penulis belum menemukan File PDF-nya namun jika sudah ada akan Penulis share disini, Karena isinya sangat bermanfaat bagi Penjual/Pengguna Semut Jepang itu sendiri.

Klik Gambar jika ingin melihatnya dengan jelas atau klik kanan Save As, kemudian Preview dan Zoom in pada layar Komputer anda.


Pada bahasan kali ini Penulis akan membahas tentang beberap Point dari Liputan Tabloid diatas secara singkat.


A. Menjelaskan Teknis Budidaya Semut Jepang ala Joko Purwanto.
B. Menjelaskan Asumsi Perhitungan Usaha Budidaya Semut Jepang Per Bulan.
C. Prosedur Pengiriman Semut Jepang ke Luar Negeri.

Nah untuk lebih lengkapnya langsung saja kita ke Pokok bahasan sesuai dengan Point - point diatas.

A. Masuk pada Materi Pertama mengenai Teknis Budidaya Semut Jepang ala Joko Purwanto.


Ada 3 Point disini,
1. Persiapan Bibit Indukan dari Semut Jepang.
#Pada point ini Pak Joko menyarankan sedikitnya membutuhkan Semut Jepang 30 Ekor dan akan lebih baik lagi jika lebih dari 30 Ekor karena perkembang biakkan akan semakin cepat.

2. Media Pemeliharaan (Perkembang biakkan).
#Pada point ini Pak Joko menyarankan untuk mempersiapkan Tempat atau Wadah yang berupa toples/nampan/baskom tentunya yang licin sehingga tidak mudah dirambati oleh semut jepang ataupun semut lain yang akan masuk untuk memangsa. Kemudian beri lubang pada tutup dari Wadah, tetapi Penulis menggunakan Kassa untuk menghindari Debu yang bisa masuk pada Tutup Toples yang dilubangi.

Selanjutnya yang paling penting adalah Tempat penempatan Wadah Semut Jepang yang dianjurkan di ruangan yang bersuhu kurang lebih 30 derajat ceslcius, memang benar Semut Jepang mudah mati ketika ditempatkan pada Suhu Panas. Dalam kasus ini Penulis pernah mencobanya, contohnya coba saja tempatkan langsung pada ruang yang langsung terkena Sinar Matahari maka Semut akan menjadi lebih agresif. Semut Jepang lebih cepat perkembangbiakkanya pada area Lembab/Sejuk tentunya pada saat Musim Penghujan begini sangat mendukung atau area dataran tinggi yang umumnya dingin.

Kemudian beri Kapas dan juga Ragi Tape sebagai Pakan dari Semut Jepang, lalu kontrol jumlah Pakan Ragi Tape jangan sampai habis dan menyebabkan Semut mati kelaparan.

3. Panen Semut Jepang untuk dijual/ dikonsumsi.
#Nah Semut Jepang yang siap dijual atau dikonsumsi adalah yang berwarna Hitam. Untuk prosesnya sendiri memakan sekitar 5-6 minggu (1-2 Bulan) dan untuk jumlah perkembangbiakannya mencapai 3-5 kali lipat dari jumlah Awal. Misal 100 menjadi 300-500 ekor.

B, Pada point ini akan dibahas mengenai Asumsi Perhitungan Modal Usaha dan Untung Omset perbulan dari Budidaya Semut Jepang ini.


Tetapi asumsi diatas kan ketika Stock Semut Jepang sudah banyak, Nah ketika baru memulai kan mungkin hanya 3-5 kali lipat dari penjualan Indukan sebelumnya. Pengeluaran pun juga bakal tak sebanyak itu ketika kita hanya punya stock sedikit.

Setidaknya dengan Asumsi diatas memotivasi kita untuk meningkatkan Pemasaran sambil berternak, jadi Harga dipasaran sekarang kenapa terjadi penurunan karena tingkat Pembelian tidak sebanding dengan Hasil Ternak yang begitu cepat. Awal dulu per ekor 50 ribu sekarang turun menjadi 1000 rupiah per ekornya. Tetapi bukan hanya Uang yang kita cari tapi kepuasan berbagi informasi yang mungkin bermanfaat untuk kesembuhan saudara - saudara kita yang mengkonsumsinya. Alhamdulilah

C. Nah yang terakhir adalah Level dimana Penjualan merambah ke Luar Negeri



Ada beberapa langkah yang harus dilakukan menurut Pak Joko untuk mengirim Paket ke Luar Negeri.

1. Langkah Pertama adalah membawa Semut Jepang tersebut Ke Dinas Kesehatan setempat, yang kemudian kita akan mengisi Form mengenai Detail isi Paket. Pada proses ini tidak ada Tarif Baku Pembayaran dan Prosesnya sangat Simple dan Cepat.


2. Setelah di cek oleh Dinkes dan tidak ada masalah maka Pelaku Usaha akan mendapatkan Surat Keterangan dari Dokter Hewan yang berguna sabagai bukti untuk Legalisasi ke Kantor Karantina Hewan,


3. Kemudian bawa Paket dan juga rekomendasi tadi ke Kantor karantina hewan, jika dinyatakan lolos uji, maka selanjutnya Pelaku Usaha dirujuk ke Kantor Bea Cukai Bandara.

4. Lalu membayar biaya Adminitrasi di Bea Cukai, setelah selesai proses Adminitrasi lalu kita mencari Jasa Cargo pengiriman Bandara. Bawa Paket dan juga surat keterangan itu ke bagian Cargo Bandara untuk kepengurusan pengiriman.

5. Biaya pengiriman Paket berdasar Volume tempat Semut, dan perlu diketahui juga biasanya pihak jasa cargo bandara juga hampir semuanya menerima paket besar atau hanya menerima barang sesuai dengan ketentuan pengiriman.

6. Kemudian Pelaku Usaha berkoordinasi dengan Pembeli Paket Semut Jepang untuk menerima Paket yang berada di Bandara tujuan.

7. Ketika berada di cargo maka Pelaku Usaha akan mengisikan nama dan juga alamat penerima barang. Sedangkan untuk Pembeli dapat mengambil barang menggunakan ID Card yang terdapat informasi sesuai dengan Data Penerima pada Cargo

#Harap pastikan setiap pengiriman Pelaku Usaha harus memastikan pesawat apa yang digunakan, jam kedatangan pesawat pada bandara tujuan. Sehingga pembeli paket bisa langsung mengambil tanpa harus membiarkan Semut berlama - lama di gudang untuk menghindari matinya Semut karena hal - hal yang tidak diinginkan.

2 komentar: Leave Your Comments

  1. Kalo semut jepangnya dibawa sbg ole2 keluar pulau di kabin penumpang pesawat bisa gk yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa kok gan .. tetapi didalam pengechekan kena biaya karantina .. palingan sekitar 20-30 ribu tergantung bandaranya :) terima kasih

      Hapus